KERINDUANKU AKAN HADIRMU
Puisi ini terinpirasi dari sahabat saya, walau sedikit naif. Semoga kau tak menyerah, dekatkan kembali dirimu kepada-NYA, agar kau memilikinya. Do not ever give up the word !!! still standing although you often fall.
Puisi Pertama
Menyambut musim baru..,
Kembali bergelut dengan kesibukanku,
Namun ada yang berbeda akan hadirmu,
Membuat rasa yang telah menguap lama muncul kembali,
Tatapanmu, ukiran senyummu menyambutku,
Ragaku sejenak terhenti,
Aku tak paham..,
Rasa itu kembali muncul,
Hari-hariku terasa indah,
Berbunga, entah kenapa ?
Hatiku telah basah,
Nadiku kembali mengalun,
Mengalunkan akan bait-bait cinta,
Aku bertanya pada sang rembulan,
Inikah rasa yang ditakdirkan menghampiri setiap insan.
Ah angin malam,
Seandainya kau tau akan diriku,
Haus akan kehadirannya,
Telah kucoba merangkai kata,
Kata yang sempurna dan tak ada cela,
Kusiapkan ketika aku dihadapnya.
Tapi entah kenapa, Ketika kau ada dihadapku,
Lidah ini kelu dan kaku untuk berkata,
Tak berdaya..,
Apa senyuman dan tatapan matamu telah menyihirku ?
Membuat reseptor-reseptor yang seharusnya bekerja jadi mati suri,
Aku tak paham..,
Aku tak tau harus bagaimana,
Apakah rasa ini kan kupendam dan menjadi abu ?
Berharap rasa ini kau tau,
Ku ingin rasa ini kau peluk,
I just wan't a say : I LOVE YOU,
Ku ingin kau jadi milikku.
===================================================================
Puisi Ke-2
Ku awali dengan Bismillah
Ku untai kata-kata…,
Kurangkul menjadi bait-bait cinta..,
Bait-bait cintaku padamu..,
Sedikit menggambarkan isi hatiku yang tak terperi.
Di awal musim ini..,
Kau kenalkan daku akan rasa ini..,
Ku tak tau dari mana asalnya,
Mungkinkah dari tatapan matamu yang menyihirku,
Atau dari senyumanmu yang mendamaikan hatiku..,
Atau mungkin dari ukiran maha karya sang pencipta diwajahmu..,
Aku tak tau.., aku tak paham
Disaat kau didekatku..,
Indah, damai dan tenang meyerang pikiranku.,
Kurasakan getaran yang tak biasa menyerangku
Untaian kata-kata ini tak mampu menggambarkannya,
Ku tak ingin beranjak pergi,
Ketika malam mulai menyergap
Kegelapan mulai menyelimutiku,
Gelap karena kau tak ada didekatku
Karena engkaulah rembulanku
Penerang sanubariku..,
Ku telah terpapar akan virus cintamu,
Melumpuhkan sendi-sendiku,
Mengacaukan sistem mobilitas tubuhku,
Membuat bingung syaraf-sarafku,
Menjadikan reseptor-reseptor yang ada dalam syarafku tak bekerja,
Mendengar lirih suaramu, seakan hilang duka dan derita..,
Menjadi ceria, menghapus segala kepenatan yang menimpaku,
Oh angin malam yang berhembus..,
Sampaikan salam rindukuku kepadanya,
Kerinduanku akan hadirnya.,
Oh bintang dilangit..,
Seandainya engkau merasakan apa yang kurasakan ini..,
Ku yakin cahayamu akan menerangi seluruh semesta,
Tak tau mengapa.., tak bisa ku ungkapkan,
Lebih rumit dari rumus kalkulus yang menghampiriku dimusim lalu..,
Rasa ini yang membuatku seakan menjadi titisan Kahlil gibran,
Membuat kata-kata seindah simpony,
Melagukan bait-bait kerinduan,
Namun semua ini tak cukup menggambarkan isi hatiku..,
Makassar 25 November 2011,
Tercipta di dalam Lab Techno.
terinpirasi dari rasa yang dialami oleh seorang sahabat saya.
(initials "(sensor)") jaga privasi.,hehe.
sensornya adalah ma*mud
BalasHapuslanjutkan perjuanganmu sodara...,
BalasHapus