Hormon-Hormon yang mempengaruhi Perempuan

          Selama ini mungkin ketika teman, pacar atau saudara kita yang perempuan ngambek, marah, senang atau ekspresi yang lain, membuat kita kaum adam yang ada didekatnya mungkin bereaksi atau bertanya-tanya kenapa bisa terjadi begitu ya ??? (bahasa yang saya pake kurang cucok kayaknya..., tapi di cucokin aja dah.., hehe ===>> maklum baru belajar nulis).
         Untuk lebih memahami kaum hawa kita perlu juga tau akan hal-hal yang menyebabkan hal semacam itu. Kebetulan sehabis diskusi di Laboratorium tadi saya sempatkan mengintip isi buku "The Female Brain", hitung-hitung saya bagi-bagi informasi yang saya tau lah.., walaupun yang saya baca hanya bagian depannya saja.., hehe.
         Sebelumnya kita harus tau dulu apa itu hormon, berasal dari bahasa Yunani, horman yang artinya "yang menggerakkan" atau dalam bahasa teorinya pembawa pesan kimiawi antar sel atau antar kelompok sel. Hormon beredar dalam sirkulasi darah dan fluida sell untuk mencari sel target. Ketika hormon menemukan sel target, hormon akan mengikat protein reseptor tertentupada permukaan sel tersebut dan mengirimkan sinyal. 
        Lalu bagaimanakah hormon-hormon mempengaruhi otak sang perempuan ??
Kita mulai dengan hormon estrogen, disebut juga dengan sang ratu, dan apa efeknya jika sudah mulai bekerja ? inilah efeknya: berkuasa, memegang kendali, mendominasi; kadang bersifat sangat resmi, kadang menjadi penggoda yang agresif; teman dopamin; serotonin, oksitosin, asetilkolin dan norepinefrin (senyawa-senyawa kimia otak yang menimbulkan perasaan senang).
       Hormon selanjutnya adalah progesteron, walau tidak terlalu terkenal, tetapi adik yang berkuasa bagi estrogen; muncul sebentar-bentar dan kadang seperti awan badai yang membalik efek estrogen; pada waktu lain menjadi agen penstabil; induk alopreg - nenolon (valiumnya otak, yaitu zat yang menenangkan syaraf).
       Testosteron merupakan hormon yang membuat wanita bersikap cepat, tegas, tajam, mendominasi, penggoda yang dahsyat, agresif, tak berperasaan; tidak ada waktu untuk berpeluk manja. 
       Hormon-hormon diatas mungkin tidak awam lagi bagi seorang praktisi kesehatan (bahasanya pak..,) namun ada juga hormon-hormon yang kurang populer namun berpengaruh terhadap otak perempuan. Tanpa berpanjang lebar mari kita bahas satu per satu..., (kayaknya yang baca pada ndak sabar ne..,)
       Kita mulai dari Oksitosin diibaratkan sebagai kucing berbulu tebal yang suka mendengkur, dewi bumi yang enak dipeluk dan mengasuh; seperti tokoh Glinda sang penyihir yang baik hati dalam The Wizard of OZ; senang menolong dan melayani; bersaudara dengan vasopresin (hormon sosialisasi laki-laki); bersaudara dengan estrogen; temennya dopamin (senyawa kimia otak lainnya yang menimbulkan perasaan senang).
       Kortisol menyebabkan sang wanita rewel; lelah, stres, sangat peka secara fisik dan emosi. Hormon Vasopresin menyebabkan sang kaum hawa suka berahasia, tidak dikenal, energi laki-laki yang agresif namun halus, saudara lelaki testosteron; bersaudara dengan Oksitosin (membuat anda ingin berhubungan dengan cara yang aktif, seperti oksitosin).
       DHEA merupakan tempat penyimpanan semua hormon; muncul dimana-mana disaat yang sama, menyebar kesegala tempat, mempertahankan kabut kehidupan, memberi energi; ayah dan ibu testosteron dan estrogen; dijuluki sebagai "induknya hormon", zeus dan Heranya hormon-hormon, banyak dan kuat dimasa muda, berkurang dan habis dimasa tua.
       Androstenedion merupakan ibu dari testosteron dalam indung telur; memasok keberanian; penuh semangat dimasa muda,meredup saat monopause, mati bersama indung telur.
       Yang terakhir adalah Alopregnenolon - putri dari progesteron yang luar biasa, menenangkan, bijak; tanpa dia kita uring-uringan; dia menimbulkan kantuk; menentramkan; melegakan, menetralisasi setiap stres, tetapi begitu dia pergi, segalanya menjadi menjengkelkan;kepergiannya yang mendadak merupakan tema utama Sindrom Pra Menstruasi (Pra Menstruation Syndrome / PMS), yaitu masa tiga atau empat hari menjelang haid seorang perempuan.
       Yeah..!! Akhirnya semua hormon yang berpengaruh telah kita bahas, semoga semua yang telah anda baca diatas dapat bermanfaat dalam kehidupan bersosial kita. Sampai ketemu dipostingan selanjutnya .., 

Makassar, 18 November 2011 (21.40 WITA)

Sumber Refrensi
Brizendine, Louann. 2006. "The Female Brain". PT Cahaya Insan Suci : Jakarta

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Uji & Metode Penghilangan Pyrogen

TUGAS PENDAHULUAN KLTP

Pemeriksaan Urine