MAKALAH KIMIA KLINIK
MAKALAH KIMIA KLINIK
UJI FUNGSI
HATI DAN PANGKREAS, MELIPUTI GEJALA KLINIS, TES LABORATORIUM, DAN ENZIM PETANDA
PENYAKIT TERSEBUT
KELOMPOK IX:
MAIZUN RAHMATULLAH,
IDHA
LATIVA,
MUHAMMAD ERWINSYAH,
ARVIYANTI ASLAM.
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
FAKULTAS FARMASI
MAKASSAR
2012
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
BAB I
PENDAHULUAN
A. Gambaran Umum
Hati
adalah organ pencernaan yang fungsinya sangat banyak, hati menjadi pusat
pengolahan segala macam makanan yang masuk melalui mulut. Makanan yang
bermanfaat akan diolah sedemikian rupa sehingga dapat diedarkan ke seluruh
bagian tubuh yang membutuhkan, sedangkan yang beracun akan ditawarkan. Hati
merupakan dapur dari tubuh kita, sehingga segala sesuatu yang masuk mulut akan
dimasak oleh hati kita. Metabolisme karbohidrat, protein dan lemak terpusat di
hati.
Hati
berbentuk seperti baji dan merupakan pabrik kimia pada tubuh manusia. Hati
merupakan suatu organ kompleks yang melaksanakan berbagai fungsi vital, mulai
dari mengatur kadar bahan kimia dalam tubuh sampai menghasilkan zat-zat
pembekuan darah.
Pankreas
adalah organ pencernaan yang berfungsi mengeluarkan enzim lipase untuk mengolah
lemak, selain itu juga penghasil hormon insulin yang dihasilkan sel beta
pankreas yang berfungsi mengolah karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh menjadi
energi yang disimpan di dalam otot yang disebut glikogen, dan glukagon yang
dihasilkan oleh sel alfa pankreas dan berfungsi mengubah glikogen menjadi
energi ketika diperlukan. Hormon insulin erat sekali kaitannya dengan tinggi
rendahnya kadar gula darah, ketika karbohidrat yang masuk ke dalam usus dan
bisa diserap kemudian masuk ke hati maka, partikel glukosa akan ditangkap oleh
insulin untuk diolah masuk ke dalam sel sebagai sumber energi.
Kandung
empedu berbentuk seperti buah pir dan merupakan tempat penyimpanan empedu
(cairan pencernaan yang dihasilkan oleh hati).
Hati
dan kandung empedu terletak di perut kanan bagian atas, dan keduanya
dihubungkan oleh suatu saluran yang dikenal sebagai duktus biliaris (saluran
empedu). Meskipun memiliki saluran penghubung dan keduanya berperan dalam
fungsi yang sama, tetapi hati dan kandung sangat berbeda satu sama lain.
B. Histologi Hati dan Pankreas
1. HATI
Organ ini terletak dalam rongga perut di
bawah diafragma. Hati menjadi perantara antara sistem pencernaan dan darah.
Kebanyakan darahnya (70-80%) berasal dari vena porta; jumlah yang lebih kecil
berasal dari arteri hepatica. Seluruh materi yang diserap melalui usus tiba di
hati melalui vena porta, yang diserap melalui usus tiba di hati melalui vena porta,
kecuali lipid kompleks (kilomikron), yang terutama diangkut melalui pembuluh
limfe. Posisi hati dalam sistem sirkulasi sangat cocok untuk menampung,
mengubah dan mengumpulkan metabolit serta untuk menetralisasi dan mengeluarkan
zat toksik. Pengeluaran ini terjadi di empedu, yakni suatu sekret eksokrin dari
hati yang penting untuk pencernaan lipid. Hati juga memiliki fungsi penting
untuk menghasilkan protein plasma, seperti albumin, dan protein pembawa
lainnya.
a. Stroma
Hati dibungkus oleh suatu simpai tipis
jaringan ikat (kapsula Glisson) yang menebal di hilus, tempat vena porta dan
arteri hepatica memasuki hati dan keluarnya duktus hepatica kiri dan kanan
serta pembuluh limfe dari hati. Pembuluh-pembuluh dan duktus ini dikelilingi
jaringan ikat sepanjang perjalanannya ke bagian ujung (atau bagian asal) di
dalam celah portal antar lobuli hati. Di tempat ini terbentuk jalinan serat
retikulin halus yang menopang hepatosit dan sel endotel sinusoid di lobules
hati.
b. Lobulus Hati
Komponen strukural utama hati adalah sel-sel
hati, atau hepatosit. Sel-sel epitelnya berkelompok membentuk lempeng-lempeng
yang saling berhubungan. pada sediaan mikroskop cahay, tampak satuan struktural
yang disebut lobules hati. Lobulus hati dipisahkan satu dari lainnya oleh
selapis jaringan ikat. Hal tersebut tidak berlaku bagi manusia, yaitu sebagian
besar keliling lobuli saling berdekatan sehingga sulit untuk menentukan batas
masing-masing lobulus. Pada daerah perifer tertentu, lobuli dipisahkan oleh
jaringan ikat yang mengandung duktus biliaris, pembuluh limfe, saraf, dan
pembuluh darah. Daerah ini, yaitu celah portal, dijumpai pada sudut-sudut
lobulus. Hati manusia mengandung 3-6 celah portal per lobulus, masing-masing
dengan venula (cabang vena porta), sebuah arteriol (cabang arteri hepatica),
sebuah duktus (bagian dari sistem duktus biliaris), dan pembuluh limfe. Venula
tersebut mengandung darah dari vena mesentrika superior dan inferior serta vena
lienalis. Arteriol menerima darah dari trunkus seliakus dari aorta abdominalis.
Hepatosit ada lobulus hati tersusun radier. Celah antara lempeng sel ini
mengandung kapiler, yaitu sinusoid hati. Sel-sel endotel terpisah dari
hepatosit dan celah subendotel yang dikenal sebagai celah Disse yang mengandung
mikrovili hepatosit. Selain sel endotel, sinusoid juga mengandung makrofag yang
dikenal sebagai sel Kupffer. Sel ini ditemukan pada permukaan luminal sel
endotel. Fungsi utamanya adalah memetabolisme eritrosit tua, mencerna
hemoglobin, menyekresi protein yang berhubungan dengan proses imunologis.
c. Pendarahan (suplai darah)
Hati menerima darah dari 2 sumber : 80% darah
berasal dari vena porta, yang membawa darah yang miskin oksigen namun kaya
nutrient dari visera abdominal, dan 20% darah berasal dari arteri hepatica,
yang memasok darah kaya oksigen.
Sisem Vena Porta. Vena porta bercabang-cabang
menjadi venula porta kecil ke dalam celah portal. Venula portal bercabang ke
dalam vena pendistribusi yang berjalan di tepian lobulus. Dari vena
pendistribusi, venula inlet kecil bermuara ke dalam sinusoid. Sinusoid berjalan
radier, berkonvergensi k epusat lobulus untuk membentuk vena sentralis au vena
sentrolobular. pembuluh ini berdinding tipis, dan hanya terdiri atas sel-sel
endotel yang ditunjang sedikit serat kolagen. Sewaktu vena sentralis berjalan
di sepanjang lobulus, vena ini menerima makin banyak curahan sinusoid dan
berangsur bertambah besar. Akhirnya vena sentralis meninggalkan lobulus dari
dasar dan menyatu dengan vena sublobularis yang lebih besar. Vena sublobularis
secara berangsur berkonvergensi dan menyatu, yang membentuk dua atau lebih vena
hepatica besar yang bermuara ke dalam vena kava inferior.
Sistem portal mengangkut darah dari pancreas
dan limpa, dan darah dengan nutrient yang diserap di usus. Nutrien dikumpulkan
dan diolah di hati. Zat-zat toksik juga dinetralisir dan dihancurkan di hati.
Sistem Arteri. Arteri hepatika bercabang
berulang kali dan membentuk arteri interlobularis. Sebagian arteri ini
mendarahi struktur –struktur portal, dan lainnya membentuk arteriol yang
berakhir langsung ke dalam sinusoid pada jarak-jarak tertentu dari celah portal
sehingga sinusoid mendapat campuran darah arteri dan darah vena porta. Fungsi
utama sistem arteri adalah memasok cukup oksigen kepada hepatosit.
Darah mengalir dari tepi ke pusat lobulus
hati. Akibatnya, oksigen dan metabolit, serta substansi toksik maupun nontoksik
lain yang diserap di usus, sampai di sel-sel bagian tepi lebih dulu dan
kemudian baru tiba di sel-sel bagian pusat lobulus. Arah aliran darah ini
menjelaskan mengapa sel-sel perifer lobulus berprilaku lain dari sel-sel
sentrolobular.
2. PANKREAS
Pankreas adalah kelenjar
campuran eksokrin dan endokrin yang menghasilkan enzim pencernaan dan hormon.
Enzim ditimbun dan dilepaskan oleh sel dari bagian eksokrin, yang tersusun
dalam asini. Hormon disintesis oleh kelompok sel epitel endokrin, yang dikenal
sebagai Pulau Langerhans. Bagian eksokrin pankreas adalah kelenjar asinar
kompleks yang serupa dengan struktur kelenjar parotis. Ciri khas pada pankreas
adalah bagian awal dari duktus interkalaris masuk ke dalam lumen asinus. Inti,
yang dikelilingi sitoplasma pucat, terletak di sel sentroasinar yang merupakan
bagian intra-asinar di duktus interkalaris.
Asinus eksokrin pankreas
terdiri atas beberapa sel serosa yang mengelilingi lumen. Sel-sel ini sangat
terpolarisasi, dengan inti bulat dan khas untuk sel penghasil-protein. Pankreas
ditutupi suatu simpai jaringan ikat tipis yang menjulurkan septa ke dalamnya,
dan memisahkan lobulus pankreas. Asinus dikelilingi suatu lamina basal yang ditunjang
selubung serat-serat retikulin halus. Pankreas juga memiliki jaringan kapiler
luas, yang penting untuk proses sekresi.
Kebanyakan enzim disimpan
sebagai koenzim dalam granul sekretoris sel-sel asinus, yang teraktifkan di
dalam lumen usus halus setelah disekresi. Hal ini sangat penting untuk
melindungi pankreas.Sekresi pankreas terutama dikendalikan oleh 2 hormon yaitu
sekretin dan kolesistokinin, yang dihasilkan sel-sel enteroendokrin mukosa
duodenum. Rangsangan nervus vagus juga menimbulkan sekresi pankreas.
Pankreas memiliki tiga
bagian utama:
Kepala: daerah pankreas ke kanan perbatasan kiri vena
mesenterika unggul.
Tubuh: daerah pankreas antara batas kiri vena mesenterika
unggul dan batas kiri dari aorta.
Tail:
daerah pankreas antara batas kiri aorta dan hilus limpa.
Ket:
1. Kepala pankreas
2. Proses uncinate
3. Pankreas takik
4. Tubuh pankreas
5. Anterior permukaan
6. Inferior permukaan
7. Superior marjin
8. Anterior marjin
9. Inferior marjin
10. Omentum umbi
11. Ekor pankreas
12. Usus duabelas jari
Situs yang paling umum dari
primary adalah kepala pankreas. Pankreas memiliki dua komponen fungsional:
endokrin, untuk memproduksi insulin dan hormon lainnya, dan eksokrin, untuk
menghasilkan jus pankreas untuk pencernaan. Pankreas berada dalam kontak
langsung dengan lambung, duodenum, limpa, dan kapal utama perut.
BAB II
PATOFISIOLOGI DAN
PENGUJIAN LABORATORIUM
A. Fungsi & Patofisiologi
1. Hati
Hati
merupakan organ tubuh yang paling besar dan paling kompleks. Salah satu fungsi
utamanya adalah menghancurkan zat-zat yang berbahaya yang diserap dari usus
atau dibuat di bagian tubuh lainnya, kemudian membuangnya sebagai zat yang
tidak berbahaya ke dalam empedu atau darah. Zat di dalam empedu ini masuk ke
dalam usus lalu dibuang melalui tinja. Zat di dalam darah disaring oleh ginjal
dan dibuang melalui air kemih.
Hati
menghasilkan sekitar separuh kolesterol tubuh, sisanya berasal dari makanan.
Sekitar 80% kolesterol yang dibuat di hati digunakan untuk membuat empedu.
Kolesterol merupakan bagian penting dari setiap selaput sel dan diperlukan
untuk membuat hormon-hormon tertentu (termasuk hormon estrogen, testosteron dan
hormon adrenal).
Hati
juga merubah zat-zat di dalam makanan menjadi protein, lemak dan karbohidrat.
Gula disimpan di dalam hati sebagai glikogen dan kemudian dipecah serta
dilepaskan ke dalam aliran darah sebagai glukosa, sesuai dengan kebutuhan tubuh
(misalnya ketika kadar gula darah terlalu rendah).
Fungsi
lainnya dari hati adalah membuat berbagai senyawa penting, terutama protein,
yang digunakan tubuh untuk menjalankan fungsinya. Salah satu senyawa yang
dihasilkan, diperlukan dalam proses pembekuan darah ketika terjadi perdarahan.
Senyawa ini dikenal sebagai faktor pembekuan.
Hati
menerima darah dari usus dan jantung. Pembuluh darah kecil (kapiler) di dinding
usus mengalirkan darahnya ke dalam vena porta, yang akan masuk ke dalam hati.
Selanjutnya darah mengalir melalui saluran-saluran kecil di dalam hati, dimana
zat gizi yang dicerna dan berbagai zat yang berbahaya diproses. Arteri hepatika
membawa darah dari hati ke jantung. Darah ini membawa oksigen untuk jaringan
hati, kolesterol dan zat lainnya. Darah dari usus dan jantung kemudian
bercampur dan mengalir kembali ke dalam jantung melalui vena hepatika.
Kelainan fungsi hati
bisa digolongkan ke dalam 2 kelompok utama:
* Kelainan yang
disebabkan oleh gangguan fungsi sel-sel di dalam hati (misalnya sirosis atau
hepatitis)
* Kelainan yang
disebabkan oleh adanya penyumbatan aliran empedu dari hati melalui saluran
empedu (misalnya batu empedu atau kanker).
Gambaran Klinis Penyakit Hati
Adanya
penyakit hati bisa ditunjukkan melalui berbagai gambaran klinis yang berbeda.
Manifestasi dari penyakit hati yang penting adalah:
·
Jaundice (sakit
kuning)
·
Kolestasis
·
Pembesaran hati
·
Hipertensi portal
·
Asites
·
Ensefalopati hepatikum
·
Kegagalan hati.
GEJALA
Gambaran klinis utama
pada penyakit hati:
·
Sakit kuning
(jaundice)
·
Pembesaran hati
·
Pengumpulan cairan di
dalam perut (asites)
·
Perdarahan saluran
pencernaan yang berasal dari varises
·
Hipertensi portal
Kulit:
- Pembuluh darah
memberikan gambaran seperti laba-laba
- Telapak tangan
kemerahan
- Gatal-gatal
Darah:
- Penurunan jumlah
sel darah merah (anemia)
- Penurunan jumlah
sel darah putih (leukopenia)
- Penurunan jumlah
trombosit (trombositopenis)
- Mudah mengalami
perdarahan (koagulopati)
Hormon-hormon:
- Kadar insulin
meningkat, tetapi respon terhadap insulin jelek
- Gangguan siklus
menstruasi dan penurunan kesuburan (pada wanita)
- Impotensia dan
feminisasi (pada pria)
Jantung dan pembuluh
darah:
- Meningkatnya denyut
jantung dan jumlah darah yang dipompa
- Tekanan darah
rendah (hipotensi)
Gejala umum:
- Kelelahan
- Kelemahan
- Penurunan berat
badan
- Nafsu makan yang
buruk
- Mual
- Demam.
DIAGNOSA
Diagnosis penyakit
hati ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
2. Pankreas
Didalam perut
(abdomen) ada suatu kelenjar besar, pankreas, yang bagian terbesarnya adalah
exocrine dan fungsi pencernaan, namun dimana satu persen yang penting terdiri
dari kira-kira satu juta rumpun sel-sel yang disebut pulau-pulau kecil
Langerhans (islets of Langerhans). Pulau-pulau kecil Langerhans ini memproduksi
dua hormon utama yang mengontrol penanganan dari bahan-bahan bakar glukosa dan
asam lemak didalam tubuh. Setelah makan ketika gula darah naik, ini akan
langsung menyebabkan pelepasan insulin dari sel-sel beta dari pulau-pulau kecil
langerhans. Insulin mengurangi produksi glukosa didalam hati dan mendorong
pengambilan dan pemakaian oleh jaringan-jaringan. Dengan cara yang sama, itu
mengurangi pelepasan dari asam-asam lemak dan glycerol dari jaringan adipose
(adipose tissue). Produksi insulin yang tidak cukup oleh pulau-pulau langerhans
sebagai jawaban atas glukosa menjurus pada suatu peningkatan tingkat-tingkat
gula darah dan pada penampilan glukosa didalam air seni, karena tubulus renal
(ginjal) tidak mampu untuk menyerap kembali dengan sepenuhnya jumlah glukosa
yang meningkat yang telah disaring. Ini adalah gangguan produksi hormon yang
terjadi pada diabetes mellitus. Hormon pankreas lainnya, glukagon, dari sel-sel
alfa pulau-pulau kecil langerhans, mempunyai efek yang berlawanan dengan
insulin didalam hati, dan meningkatkan produksi glukosa.
Kontrol dari
bahan-bahan bakar didalam tubuh kemudian adalah suatu tindakan-tindakan
keseimbangan dari dua hormon-hormon ini, dan dari hormon-hormon andrenalin,
norandrenalin, hormon pertumbuhan, kortisol dan hormon-hormon tiroid. Ini
mengizinkan suatu suplai dari bahan-bahan bakar yang terkontrol dan teratur
kepada semua sel-sel untuk metabolisme dan pertumbuhan dibawah semua
keadaan-keadaan.
Definisi Pankreatitis
Pankreatitis adalah
suatu peradangan pada pankreas. Pankreas adalah suatu kelenjar yang besar
dibelakang perut dan dekat pada usus duabelasjari (duodenum). Duodenum adalah
bagian atas dari usus kecil. Pankreas mengeluarkan enzim-enzim pencernaan
kedalam usus kecil melalui suatu pipa yang disebut saluran pankreas (pancreatic
duct). Enzim-enzim ini membantu mencerna lemak-lemak, protein-protein, dan
karbohidrat-karbohidrat dalam makanan. Pankreas juga mengeluarkan hormon-hormon
insulin dan glukagon kedalam aliran darah. Hormon-hormon ini membantu tubuh
menggunakan glukosa yang diambil dari makanan sebagai energi.
Secara normal,
enzim-enzim pencernaan tidak menjadi aktif sampai mereka mencapai usus kecil, dimana
mereka mulai mencerna makanan. Namun jika enzim-enzim ini menjadi aktif didalam
pankreas, mereka mulai "mencerna" pankreas itu sendiri.
Pankreatitis akut
terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung selama suatu periode waktu yang
singkat dan umumnya hilang sendiri. Pankreatitis kronis tidak hilang sendiri
dan berakibat pada suatu pengrusakkan/destruksi lambat dari pankreas. Kedua
bentuk dapat menyebabkan komplikasi-komplikasi yang serius. Pada kasus-kasus
berat, perdarahan, kerusakan jaringan, dan infeksi dapat terjadi. Pseudocysts,
akumulasi-akumulasi cairan dan puing-puing jaringan , dapat juga berkembang.
Dan enzim-enzim dan racun-racun dapat masuk kedalam aliran darah, melukai
jantung, paru-paru, dan ginjal-ginjal, atau organ-organ lain.
Penyebab Pankreas Akut
Beberapa orang
mendapat lebih dari satu kali serangan dan sembuh total darinya setiap kali,
namun pankreatitis akut dapat menjadi suatu penyakit berat yang membahayakan
nyawa dengan banyak komplikasi-komplikasinya. Sekitar 80,000 kasus-kasus terjadi
di Amerika setiap tahun; 20 percent darinya berat. Pankreatitis akut terjadi
lebih sering pada pria daripada wanita.
Gejala-Gejala
Pankreatitis Akut
Pankreatitis akut
umumnya mulai dengan sakit pada perut bagian atas yang dapat berlangsung
beberapa hari. Sakitnya kemungkinan berat dan mungkin menjadi konstan —hanya
pada perut— atau mungkin mencapai belakang dan area-area lainnya. Itu mungkin
tiba-tiba dan intensif atau mulai sebagai suatu sakit yang ringan yang memburuk
ketika memakan makanan. Seseorang dengan pankreatitis akut seringkali kelihatan
dan merasa sangat sakit. Gejala-gejala lain dapat termasuk:
·
perut yang membengkak
dan perih
·
Mual
·
Muntah
·
Demam
·
Denyut nadi yang
cepat
Kasus-kasus berat
dapat menyebabkan dehidrasi dan tekanan darah rendah. Jantung, paru-paru, atau
ginjal-ginjal dapat gagal. Jika terjadi perdarahan pada pankreas, goncangan
(shock) dan kadangkala kematian mengikutinya.
Mendiagnose Pankreatitis Akut
Selain menanyakan
sejarah medis seseorang dan melakukan suatu pemeriksaan fisik, seorang dokter
akan meminta suatu tes darah untuk mendiagnose pankreatitis akut. Sewaktu
serangan-serangan akut, darah mengandung paling sedikit tiga kali lebih banyak
amylase dan lipase daripada biasanya. Amylase dan lipase adalah enzim-enzim
pencernaan dibentuk didalam pankreas. Perubahan-perubahan mungkin juga terjadi
pada tingkat-tingkat darah dari glukosa, kalsium, magnesium, sodium, potassium,
dan bicarbonate. Setelah pankreas membaik, tingkat-tingkat ini umumnya balik ke
normal.
Seorang dokter mungkin
juga meminta suatu USG abdomen (perut) untuk mencari batu-batu empedu dan suatu
CAT (computerized axial tomography) scan untuk mencari peradangan atau
kerusakan pankreas. CAT scans juga berguna dalam menemukan pseudocysts.
Pankreatitis Kronis
Jika
luka pada pankreas berlanjut, pankreatitis kronis mungkin dapat berkembang.
Pankreatitis kronis terjadi ketika enzim-enzim pencernaan menyerang dan merusak
pankreas dan jaringan-jaringan didekatnya, menyebabkan luka parut dan sakit.
Penyebab umum dari pankreatitis kronis adalah penyalahgunaan alkohol
bertahun-tahun, namun bentuk kronis mungkin juga dapat dipicu oleh hanya satu
serangan akut, terutama jika saluran-saluran pankreas rusak. Saluran-saluran
yang rusak menyebabkan peradangan pankreas, perusakkan jaringan-jaringan, dan
terbentuknya jaringa-jaringan parut.
Pada
umumnya, alkoholisme bukan satu-satunya penyebab dari pankreatitis kronis.
Penyebab-penyebab utama dari pankreatitis kronis adalah:
·
alkoholisme
·
saluran pankreas yang
terhalang atau menyempit karena luka berat (trauma) atau terbentuknya
pseudocysts
·
penyebab tidak
diketahui yang diwariskan/diturunkan (idiopathic)
Kerusakan dari
penyalahgunaan alkohol mungkin tidak tampak untuk waktu bertahun-tahun, dan
kemudian seseorang dapat mendapat suatu serangan tiba-tiba dari pankreatitis.
Pada sampai 70% dari pasien-pasien dewasa, pankreatitis kronis kelihatannya
disebabkan oleh alkoholisme. Bentuk ini lebih umum pada pria daripada wanita
dan seringkali berkembang pada umur antara 30 dan 40 tahun.
Pankreatitis
yang diwariskan umumnya mulai pada masa kanak-kanak namun mungkin tidak
terdiagnose untuk beberapa tahun. Seseorang dengan pankreatitis warisan umumnya
mempunyai gejala-gejala khas yang datang dan pergi melalui waktu.
Episode-episode berlangsung dari 2 hari sampai 2 minggu. Suatu faktor penentu
dalam mengdiagnose pankreatitis warisan adalah dua atau lebih anggota keluarga
dengan pankreatitis didalam lebih dari satu generasi. Perawatan untuk
serangan-serangan individu umumnya adalah sama seperti untuk pankreatitis akut.
Sakit apa saja atau persoalan-persoalan nutrisi dirawat sama seperti untuk
pankreatitis akut. Operasi seringkali dapat meringankan sakit dan membantu
menangani komplikasi-komplikasi.
Penyebab-penyebab
lain pankreatitis kronis adalah:
o kondisi-kondisi sejak lahir seperti pancreas divisum
o cystic fibrosis
o tingkat kalsium yang tinggi didalam darah (hypercalcemia)
o tingkat yang tinggi dari lemak-lemak didalam darah
(hyperlipidemia atau hypertriglyceridemia)
o beberapa obat-obatan
o kondisi-kondisi tertentu autoimmune
Membaca Laboratorium
Kadar
salah satu enzim pankreas, yakni amilase yang meningkat dapat dibaca dari hasil
laboratorium darah. Bila ringan saja, akan kembali normal setelah sepuluh hari.
Namun, bila menetap selama berbulan-bulan, bisa jadi akan membentuk sejenis
kista pada pankreas (pseudocyst), kalau bukan berkembang menjadi kanker
pankreas.
Selain
enzim, kadar bilirubin (empedu) dalam darah ada kemungkinan ikut meningkat juga
bila faktor penyebabnya ada pada saluraan empedu yang tersumbat batu empedu.
Ini terjadi pada seperempat kasus.
Kemungkinan
lain, kadar kalsium mungkin turun, sel darah putih meningkat tinggi. Bila
dilakukan pemeriksaan pencitraan perut, mungkin tampak terbentuknya pengapuran
pankreas (calcification), adanya gangguan gerakan usus (ileus), tampak sumbatan
saluran empedu, selain kemungkinan selubung paru-paru bawah (pleural effusion).
Bila
penyebabnya batu empedu, dalam pencitraan perut, batu empedu akan mudah
kelihatan. Selain itu, kemungkinan tampak gambaran kandung empedu dan atau
saluran empedu yang meradang.
Untuk
melihat itu semua, pemeriksaan teropong rongga perut (laparoskopi) akan
membongkar apa yang sudah terjadi di rongga perut. Bila tampak perdarahan hebat
di rongga perut, tergolong di kasus berat dan buruk prognosisnya.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
DAFTAR
PUSTAKA
Komentar
Posting Komentar