MAKALAH KIMIA KLINIK







  
MAKALAH KIMIA KLINIK
UJI FUNGSI HATI DAN PANGKREAS, MELIPUTI GEJALA KLINIS, TES LABORATORIUM, DAN ENZIM PETANDA PENYAKIT TERSEBUT



KELOMPOK IX:
MAIZUN RAHMATULLAH, 
IDHA LATIVA,
MUHAMMAD ERWINSYAH, 
ARVIYANTI ASLAM.



UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
FAKULTAS FARMASI
MAKASSAR
2012








------------------------------------------------------------------------------------------------------------
BAB I
PENDAHULUAN

A.   Gambaran Umum
Hati adalah organ pencernaan yang fungsinya sangat banyak, hati menjadi pusat pengolahan segala macam makanan yang masuk melalui mulut. Makanan yang bermanfaat akan diolah sedemikian rupa sehingga dapat diedarkan ke seluruh bagian tubuh yang membutuhkan, sedangkan yang beracun akan ditawarkan. Hati merupakan dapur dari tubuh kita, sehingga segala sesuatu yang masuk mulut akan dimasak oleh hati kita. Metabolisme karbohidrat, protein dan lemak terpusat di hati.
Hati berbentuk seperti baji dan merupakan pabrik kimia pada tubuh manusia. Hati merupakan suatu organ kompleks yang melaksanakan berbagai fungsi vital, mulai dari mengatur kadar bahan kimia dalam tubuh sampai menghasilkan zat-zat pembekuan darah.
Pankreas adalah organ pencernaan yang berfungsi mengeluarkan enzim lipase untuk mengolah lemak, selain itu juga penghasil hormon insulin yang dihasilkan sel beta pankreas yang berfungsi mengolah karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh menjadi energi yang disimpan di dalam otot yang disebut glikogen, dan glukagon yang dihasilkan oleh sel alfa pankreas dan berfungsi mengubah glikogen menjadi energi ketika diperlukan. Hormon insulin erat sekali kaitannya dengan tinggi rendahnya kadar gula darah, ketika karbohidrat yang masuk ke dalam usus dan bisa diserap kemudian masuk ke hati maka, partikel glukosa akan ditangkap oleh insulin untuk diolah masuk ke dalam sel sebagai sumber energi.
Kandung empedu berbentuk seperti buah pir dan merupakan tempat penyimpanan empedu (cairan pencernaan yang dihasilkan oleh hati).
Hati dan kandung empedu terletak di perut kanan bagian atas, dan keduanya dihubungkan oleh suatu saluran yang dikenal sebagai duktus biliaris (saluran empedu). Meskipun memiliki saluran penghubung dan keduanya berperan dalam fungsi yang sama, tetapi hati dan kandung sangat berbeda satu sama lain.


B.   Histologi Hati dan Pankreas
1.    HATI
Organ ini terletak dalam rongga perut di bawah diafragma. Hati menjadi perantara antara sistem pencernaan dan darah. Kebanyakan darahnya (70-80%) berasal dari vena porta; jumlah yang lebih kecil berasal dari arteri hepatica. Seluruh materi yang diserap melalui usus tiba di hati melalui vena porta, yang diserap melalui usus tiba di hati melalui vena porta, kecuali lipid kompleks (kilomikron), yang terutama diangkut melalui pembuluh limfe. Posisi hati dalam sistem sirkulasi sangat cocok untuk menampung, mengubah dan mengumpulkan metabolit serta untuk menetralisasi dan mengeluarkan zat toksik. Pengeluaran ini terjadi di empedu, yakni suatu sekret eksokrin dari hati yang penting untuk pencernaan lipid. Hati juga memiliki fungsi penting untuk menghasilkan protein plasma, seperti albumin, dan protein pembawa lainnya.
a.    Stroma
Hati dibungkus oleh suatu simpai tipis jaringan ikat (kapsula Glisson) yang menebal di hilus, tempat vena porta dan arteri hepatica memasuki hati dan keluarnya duktus hepatica kiri dan kanan serta pembuluh limfe dari hati. Pembuluh-pembuluh dan duktus ini dikelilingi jaringan ikat sepanjang perjalanannya ke bagian ujung (atau bagian asal) di dalam celah portal antar lobuli hati. Di tempat ini terbentuk jalinan serat retikulin halus yang menopang hepatosit dan sel endotel sinusoid di lobules hati.
b.    Lobulus Hati
Komponen strukural utama hati adalah sel-sel hati, atau hepatosit. Sel-sel epitelnya berkelompok membentuk lempeng-lempeng yang saling berhubungan. pada sediaan mikroskop cahay, tampak satuan struktural yang disebut lobules hati. Lobulus hati dipisahkan satu dari lainnya oleh selapis jaringan ikat. Hal tersebut tidak berlaku bagi manusia, yaitu sebagian besar keliling lobuli saling berdekatan sehingga sulit untuk menentukan batas masing-masing lobulus. Pada daerah perifer tertentu, lobuli dipisahkan oleh jaringan ikat yang mengandung duktus biliaris, pembuluh limfe, saraf, dan pembuluh darah. Daerah ini, yaitu celah portal, dijumpai pada sudut-sudut lobulus. Hati manusia mengandung 3-6 celah portal per lobulus, masing-masing dengan venula (cabang vena porta), sebuah arteriol (cabang arteri hepatica), sebuah duktus (bagian dari sistem duktus biliaris), dan pembuluh limfe. Venula tersebut mengandung darah dari vena mesentrika superior dan inferior serta vena lienalis. Arteriol menerima darah dari trunkus seliakus dari aorta abdominalis. Hepatosit ada lobulus hati tersusun radier. Celah antara lempeng sel ini mengandung kapiler, yaitu sinusoid hati. Sel-sel endotel terpisah dari hepatosit dan celah subendotel yang dikenal sebagai celah Disse yang mengandung mikrovili hepatosit. Selain sel endotel, sinusoid juga mengandung makrofag yang dikenal sebagai sel Kupffer. Sel ini ditemukan pada permukaan luminal sel endotel. Fungsi utamanya adalah memetabolisme eritrosit tua, mencerna hemoglobin, menyekresi protein yang berhubungan dengan proses imunologis.
c.    Pendarahan (suplai darah)
Hati menerima darah dari 2 sumber : 80% darah berasal dari vena porta, yang membawa darah yang miskin oksigen namun kaya nutrient dari visera abdominal, dan 20% darah berasal dari arteri hepatica, yang memasok darah kaya oksigen.
Sisem Vena Porta. Vena porta bercabang-cabang menjadi venula porta kecil ke dalam celah portal. Venula portal bercabang ke dalam vena pendistribusi yang berjalan di tepian lobulus. Dari vena pendistribusi, venula inlet kecil bermuara ke dalam sinusoid. Sinusoid berjalan radier, berkonvergensi k epusat lobulus untuk membentuk vena sentralis au vena sentrolobular. pembuluh ini berdinding tipis, dan hanya terdiri atas sel-sel endotel yang ditunjang sedikit serat kolagen. Sewaktu vena sentralis berjalan di sepanjang lobulus, vena ini menerima makin banyak curahan sinusoid dan berangsur bertambah besar. Akhirnya vena sentralis meninggalkan lobulus dari dasar dan menyatu dengan vena sublobularis yang lebih besar. Vena sublobularis secara berangsur berkonvergensi dan menyatu, yang membentuk dua atau lebih vena hepatica besar yang bermuara ke dalam vena kava inferior.
Sistem portal mengangkut darah dari pancreas dan limpa, dan darah dengan nutrient yang diserap di usus. Nutrien dikumpulkan dan diolah di hati. Zat-zat toksik juga dinetralisir dan dihancurkan di hati.
Sistem Arteri. Arteri hepatika bercabang berulang kali dan membentuk arteri interlobularis. Sebagian arteri ini mendarahi struktur –struktur portal, dan lainnya membentuk arteriol yang berakhir langsung ke dalam sinusoid pada jarak-jarak tertentu dari celah portal sehingga sinusoid mendapat campuran darah arteri dan darah vena porta. Fungsi utama sistem arteri adalah memasok cukup oksigen kepada hepatosit.
Darah mengalir dari tepi ke pusat lobulus hati. Akibatnya, oksigen dan metabolit, serta substansi toksik maupun nontoksik lain yang diserap di usus, sampai di sel-sel bagian tepi lebih dulu dan kemudian baru tiba di sel-sel bagian pusat lobulus. Arah aliran darah ini menjelaskan mengapa sel-sel perifer lobulus berprilaku lain dari sel-sel sentrolobular.
2.    PANKREAS
Pankreas adalah kelenjar campuran eksokrin dan endokrin yang menghasilkan enzim pencernaan dan hormon. Enzim ditimbun dan dilepaskan oleh sel dari bagian eksokrin, yang tersusun dalam asini. Hormon disintesis oleh kelompok sel epitel endokrin, yang dikenal sebagai Pulau Langerhans. Bagian eksokrin pankreas adalah kelenjar asinar kompleks yang serupa dengan struktur kelenjar parotis. Ciri khas pada pankreas adalah bagian awal dari duktus interkalaris masuk ke dalam lumen asinus. Inti, yang dikelilingi sitoplasma pucat, terletak di sel sentroasinar yang merupakan bagian intra-asinar di duktus interkalaris.
Asinus eksokrin pankreas terdiri atas beberapa sel serosa yang mengelilingi lumen. Sel-sel ini sangat terpolarisasi, dengan inti bulat dan khas untuk sel penghasil-protein. Pankreas ditutupi suatu simpai jaringan ikat tipis yang menjulurkan septa ke dalamnya, dan memisahkan lobulus pankreas. Asinus dikelilingi suatu lamina basal yang ditunjang selubung serat-serat retikulin halus. Pankreas juga memiliki jaringan kapiler luas, yang penting untuk proses sekresi.
Kebanyakan enzim disimpan sebagai koenzim dalam granul sekretoris sel-sel asinus, yang teraktifkan di dalam lumen usus halus setelah disekresi. Hal ini sangat penting untuk melindungi pankreas.Sekresi pankreas terutama dikendalikan oleh 2 hormon yaitu sekretin dan kolesistokinin, yang dihasilkan sel-sel enteroendokrin mukosa duodenum. Rangsangan nervus vagus juga menimbulkan sekresi pankreas.
Pankreas memiliki tiga bagian utama:
Kepala: daerah pankreas ke kanan perbatasan kiri vena mesenterika unggul.
Tubuh: daerah pankreas antara batas kiri vena mesenterika unggul dan batas kiri dari aorta.
Tail: daerah pankreas antara batas kiri aorta dan hilus limpa.
Ket:
1.    Kepala pankreas
2.    Proses uncinate
3.    Pankreas takik
4.    Tubuh pankreas
5.    Anterior permukaan
6.    Inferior permukaan
7.    Superior marjin
8.    Anterior marjin
9.    Inferior marjin
10. Omentum umbi
11. Ekor pankreas
12. Usus duabelas jari
Situs yang paling umum dari primary adalah kepala pankreas. Pankreas memiliki dua komponen fungsional: endokrin, untuk memproduksi insulin dan hormon lainnya, dan eksokrin, untuk menghasilkan jus pankreas untuk pencernaan. Pankreas berada dalam kontak langsung dengan lambung, duodenum, limpa, dan kapal utama perut.
  
BAB II
PATOFISIOLOGI DAN PENGUJIAN LABORATORIUM

A.    Fungsi & Patofisiologi
1.    Hati
Hati merupakan organ tubuh yang paling besar dan paling kompleks. Salah satu fungsi utamanya adalah menghancurkan zat-zat yang berbahaya yang diserap dari usus atau dibuat di bagian tubuh lainnya, kemudian membuangnya sebagai zat yang tidak berbahaya ke dalam empedu atau darah. Zat di dalam empedu ini masuk ke dalam usus lalu dibuang melalui tinja. Zat di dalam darah disaring oleh ginjal dan dibuang melalui air kemih.

Hati menghasilkan sekitar separuh kolesterol tubuh, sisanya berasal dari makanan. Sekitar 80% kolesterol yang dibuat di hati digunakan untuk membuat empedu. Kolesterol merupakan bagian penting dari setiap selaput sel dan diperlukan untuk membuat hormon-hormon tertentu (termasuk hormon estrogen, testosteron dan hormon adrenal).

Hati juga merubah zat-zat di dalam makanan menjadi protein, lemak dan karbohidrat. Gula disimpan di dalam hati sebagai glikogen dan kemudian dipecah serta dilepaskan ke dalam aliran darah sebagai glukosa, sesuai dengan kebutuhan tubuh (misalnya ketika kadar gula darah terlalu rendah).

Fungsi lainnya dari hati adalah membuat berbagai senyawa penting, terutama protein, yang digunakan tubuh untuk menjalankan fungsinya. Salah satu senyawa yang dihasilkan, diperlukan dalam proses pembekuan darah ketika terjadi perdarahan. Senyawa ini dikenal sebagai faktor pembekuan.

Hati menerima darah dari usus dan jantung. Pembuluh darah kecil (kapiler) di dinding usus mengalirkan darahnya ke dalam vena porta, yang akan masuk ke dalam hati. Selanjutnya darah mengalir melalui saluran-saluran kecil di dalam hati, dimana zat gizi yang dicerna dan berbagai zat yang berbahaya diproses. Arteri hepatika membawa darah dari hati ke jantung. Darah ini membawa oksigen untuk jaringan hati, kolesterol dan zat lainnya. Darah dari usus dan jantung kemudian bercampur dan mengalir kembali ke dalam jantung melalui vena hepatika.

Kelainan fungsi hati bisa digolongkan ke dalam 2 kelompok utama:

* Kelainan yang disebabkan oleh gangguan fungsi sel-sel di dalam hati (misalnya sirosis atau hepatitis)
* Kelainan yang disebabkan oleh adanya penyumbatan aliran empedu dari hati melalui saluran empedu (misalnya batu empedu atau kanker).
Gambaran Klinis Penyakit Hati
Adanya penyakit hati bisa ditunjukkan melalui berbagai gambaran klinis yang berbeda. Manifestasi dari penyakit hati yang penting adalah:
·         Jaundice (sakit kuning)
·         Kolestasis
·         Pembesaran hati
·         Hipertensi portal
·         Asites
·         Ensefalopati hepatikum
·         Kegagalan hati.
GEJALA
Gambaran klinis utama pada penyakit hati:
·         Sakit kuning (jaundice)
·         Pembesaran hati
·         Pengumpulan cairan di dalam perut (asites)
·         Perdarahan saluran pencernaan yang berasal dari varises
·         Hipertensi portal
Kulit:
- Pembuluh darah memberikan gambaran seperti laba-laba
- Telapak tangan kemerahan
- Gatal-gatal
Darah:
- Penurunan jumlah sel darah merah (anemia)
- Penurunan jumlah sel darah putih (leukopenia)
- Penurunan jumlah trombosit (trombositopenis)
- Mudah mengalami perdarahan (koagulopati)
Hormon-hormon:
- Kadar insulin meningkat, tetapi respon terhadap insulin jelek
- Gangguan siklus menstruasi dan penurunan kesuburan (pada wanita)
- Impotensia dan feminisasi (pada pria)
Jantung dan pembuluh darah:
- Meningkatnya denyut jantung dan jumlah darah yang dipompa
- Tekanan darah rendah (hipotensi)
Gejala umum:
- Kelelahan
- Kelemahan
- Penurunan berat badan
- Nafsu makan yang buruk
- Mual
- Demam.
DIAGNOSA
Diagnosis penyakit hati ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
2.    Pankreas
Didalam perut (abdomen) ada suatu kelenjar besar, pankreas, yang bagian terbesarnya adalah exocrine dan fungsi pencernaan, namun dimana satu persen yang penting terdiri dari kira-kira satu juta rumpun sel-sel yang disebut pulau-pulau kecil Langerhans (islets of Langerhans). Pulau-pulau kecil Langerhans ini memproduksi dua hormon utama yang mengontrol penanganan dari bahan-bahan bakar glukosa dan asam lemak didalam tubuh. Setelah makan ketika gula darah naik, ini akan langsung menyebabkan pelepasan insulin dari sel-sel beta dari pulau-pulau kecil langerhans. Insulin mengurangi produksi glukosa didalam hati dan mendorong pengambilan dan pemakaian oleh jaringan-jaringan. Dengan cara yang sama, itu mengurangi pelepasan dari asam-asam lemak dan glycerol dari jaringan adipose (adipose tissue). Produksi insulin yang tidak cukup oleh pulau-pulau langerhans sebagai jawaban atas glukosa menjurus pada suatu peningkatan tingkat-tingkat gula darah dan pada penampilan glukosa didalam air seni, karena tubulus renal (ginjal) tidak mampu untuk menyerap kembali dengan sepenuhnya jumlah glukosa yang meningkat yang telah disaring. Ini adalah gangguan produksi hormon yang terjadi pada diabetes mellitus. Hormon pankreas lainnya, glukagon, dari sel-sel alfa pulau-pulau kecil langerhans, mempunyai efek yang berlawanan dengan insulin didalam hati, dan meningkatkan produksi glukosa.
Kontrol dari bahan-bahan bakar didalam tubuh kemudian adalah suatu tindakan-tindakan keseimbangan dari dua hormon-hormon ini, dan dari hormon-hormon andrenalin, norandrenalin, hormon pertumbuhan, kortisol dan hormon-hormon tiroid. Ini mengizinkan suatu suplai dari bahan-bahan bakar yang terkontrol dan teratur kepada semua sel-sel untuk metabolisme dan pertumbuhan dibawah semua keadaan-keadaan.

Definisi Pankreatitis

Pankreatitis adalah suatu peradangan pada pankreas. Pankreas adalah suatu kelenjar yang besar dibelakang perut dan dekat pada usus duabelasjari (duodenum). Duodenum adalah bagian atas dari usus kecil. Pankreas mengeluarkan enzim-enzim pencernaan kedalam usus kecil melalui suatu pipa yang disebut saluran pankreas (pancreatic duct). Enzim-enzim ini membantu mencerna lemak-lemak, protein-protein, dan karbohidrat-karbohidrat dalam makanan. Pankreas juga mengeluarkan hormon-hormon insulin dan glukagon kedalam aliran darah. Hormon-hormon ini membantu tubuh menggunakan glukosa yang diambil dari makanan sebagai energi.
Secara normal, enzim-enzim pencernaan tidak menjadi aktif sampai mereka mencapai usus kecil, dimana mereka mulai mencerna makanan. Namun jika enzim-enzim ini menjadi aktif didalam pankreas, mereka mulai "mencerna" pankreas itu sendiri.
Pankreatitis akut terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung selama suatu periode waktu yang singkat dan umumnya hilang sendiri. Pankreatitis kronis tidak hilang sendiri dan berakibat pada suatu pengrusakkan/destruksi lambat dari pankreas. Kedua bentuk dapat menyebabkan komplikasi-komplikasi yang serius. Pada kasus-kasus berat, perdarahan, kerusakan jaringan, dan infeksi dapat terjadi. Pseudocysts, akumulasi-akumulasi cairan dan puing-puing jaringan , dapat juga berkembang. Dan enzim-enzim dan racun-racun dapat masuk kedalam aliran darah, melukai jantung, paru-paru, dan ginjal-ginjal, atau organ-organ lain.

Penyebab Pankreas Akut

Beberapa orang mendapat lebih dari satu kali serangan dan sembuh total darinya setiap kali, namun pankreatitis akut dapat menjadi suatu penyakit berat yang membahayakan nyawa dengan banyak komplikasi-komplikasinya. Sekitar 80,000 kasus-kasus terjadi di Amerika setiap tahun; 20 percent darinya berat. Pankreatitis akut terjadi lebih sering pada pria daripada wanita.
Gejala-Gejala Pankreatitis Akut

Pankreatitis akut umumnya mulai dengan sakit pada perut bagian atas yang dapat berlangsung beberapa hari. Sakitnya kemungkinan berat dan mungkin menjadi konstan —hanya pada perut— atau mungkin mencapai belakang dan area-area lainnya. Itu mungkin tiba-tiba dan intensif atau mulai sebagai suatu sakit yang ringan yang memburuk ketika memakan makanan. Seseorang dengan pankreatitis akut seringkali kelihatan dan merasa sangat sakit. Gejala-gejala lain dapat termasuk:
·         perut yang membengkak dan perih
·         Mual
·         Muntah
·         Demam
·         Denyut nadi yang cepat
Kasus-kasus berat dapat menyebabkan dehidrasi dan tekanan darah rendah. Jantung, paru-paru, atau ginjal-ginjal dapat gagal. Jika terjadi perdarahan pada pankreas, goncangan (shock) dan kadangkala kematian mengikutinya.

Mendiagnose Pankreatitis Akut

Selain menanyakan sejarah medis seseorang dan melakukan suatu pemeriksaan fisik, seorang dokter akan meminta suatu tes darah untuk mendiagnose pankreatitis akut. Sewaktu serangan-serangan akut, darah mengandung paling sedikit tiga kali lebih banyak amylase dan lipase daripada biasanya. Amylase dan lipase adalah enzim-enzim pencernaan dibentuk didalam pankreas. Perubahan-perubahan mungkin juga terjadi pada tingkat-tingkat darah dari glukosa, kalsium, magnesium, sodium, potassium, dan bicarbonate. Setelah pankreas membaik, tingkat-tingkat ini umumnya balik ke normal.
Seorang dokter mungkin juga meminta suatu USG abdomen (perut) untuk mencari batu-batu empedu dan suatu CAT (computerized axial tomography) scan untuk mencari peradangan atau kerusakan pankreas. CAT scans juga berguna dalam menemukan pseudocysts.

Pankreatitis Kronis

Jika luka pada pankreas berlanjut, pankreatitis kronis mungkin dapat berkembang. Pankreatitis kronis terjadi ketika enzim-enzim pencernaan menyerang dan merusak pankreas dan jaringan-jaringan didekatnya, menyebabkan luka parut dan sakit. Penyebab umum dari pankreatitis kronis adalah penyalahgunaan alkohol bertahun-tahun, namun bentuk kronis mungkin juga dapat dipicu oleh hanya satu serangan akut, terutama jika saluran-saluran pankreas rusak. Saluran-saluran yang rusak menyebabkan peradangan pankreas, perusakkan jaringan-jaringan, dan terbentuknya jaringa-jaringan parut.
Pada umumnya, alkoholisme bukan satu-satunya penyebab dari pankreatitis kronis. Penyebab-penyebab utama dari pankreatitis kronis adalah:
·         alkoholisme
·         saluran pankreas yang terhalang atau menyempit karena luka berat (trauma) atau terbentuknya pseudocysts
·         penyebab tidak diketahui yang diwariskan/diturunkan (idiopathic)
Kerusakan dari penyalahgunaan alkohol mungkin tidak tampak untuk waktu bertahun-tahun, dan kemudian seseorang dapat mendapat suatu serangan tiba-tiba dari pankreatitis. Pada sampai 70% dari pasien-pasien dewasa, pankreatitis kronis kelihatannya disebabkan oleh alkoholisme. Bentuk ini lebih umum pada pria daripada wanita dan seringkali berkembang pada umur antara 30 dan 40 tahun.
Pankreatitis yang diwariskan umumnya mulai pada masa kanak-kanak namun mungkin tidak terdiagnose untuk beberapa tahun. Seseorang dengan pankreatitis warisan umumnya mempunyai gejala-gejala khas yang datang dan pergi melalui waktu. Episode-episode berlangsung dari 2 hari sampai 2 minggu. Suatu faktor penentu dalam mengdiagnose pankreatitis warisan adalah dua atau lebih anggota keluarga dengan pankreatitis didalam lebih dari satu generasi. Perawatan untuk serangan-serangan individu umumnya adalah sama seperti untuk pankreatitis akut. Sakit apa saja atau persoalan-persoalan nutrisi dirawat sama seperti untuk pankreatitis akut. Operasi seringkali dapat meringankan sakit dan membantu menangani komplikasi-komplikasi.
Penyebab-penyebab lain pankreatitis kronis adalah:
o   kondisi-kondisi sejak lahir seperti pancreas divisum
o   cystic fibrosis
o   tingkat kalsium yang tinggi didalam darah (hypercalcemia)
o   tingkat yang tinggi dari lemak-lemak didalam darah (hyperlipidemia atau hypertriglyceridemia)
o   beberapa obat-obatan
o   kondisi-kondisi tertentu autoimmune

Membaca Laboratorium

Kadar salah satu enzim pankreas, yakni amilase yang meningkat dapat dibaca dari hasil laboratorium darah. Bila ringan saja, akan kembali normal setelah sepuluh hari. Namun, bila menetap selama berbulan-bulan, bisa jadi akan membentuk sejenis kista pada pankreas (pseudocyst), kalau bukan berkembang menjadi kanker pankreas.

Selain enzim, kadar bilirubin (empedu) dalam darah ada kemungkinan ikut meningkat juga bila faktor penyebabnya ada pada saluraan empedu yang tersumbat batu empedu. Ini terjadi pada seperempat kasus.

Kemungkinan lain, kadar kalsium mungkin turun, sel darah putih meningkat tinggi. Bila dilakukan pemeriksaan pencitraan perut, mungkin tampak terbentuknya pengapuran pankreas (calcification), adanya gangguan gerakan usus (ileus), tampak sumbatan saluran empedu, selain kemungkinan selubung paru-paru bawah (pleural effusion).

Bila penyebabnya batu empedu, dalam pencitraan perut, batu empedu akan mudah kelihatan. Selain itu, kemungkinan tampak gambaran kandung empedu dan atau saluran empedu yang meradang.

Untuk melihat itu semua, pemeriksaan teropong rongga perut (laparoskopi) akan membongkar apa yang sudah terjadi di rongga perut. Bila tampak perdarahan hebat di rongga perut, tergolong di kasus berat dan buruk prognosisnya.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  

DAFTAR PUSTAKA



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Uji & Metode Penghilangan Pyrogen

TUGAS PENDAHULUAN KLTP

Pemeriksaan Urine