Berkunjung Ke Kediaman Rasulullah (part 2)
Alhamdulillah, tanpa menunggu waktu yg lama part-2 ini dapat dipost juga.., silahkan dibaca, semoga bermanfaat dan kita dapat mengambil pelajaran darinya..,
Sifat-sifat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
Tibalah kita di depan rumah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, kita ketuk pintu beliau untuk meminta izin. Marilah kita layangkan perhatian kepada sahabat yang melihat langsung Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, ia akan menceritakannya kepada kita seolah-olah kita melihat beliau shallallahu 'alaihi wasallam. Agar kita dapat mengenal ciri fisik beliau yang mulia serta wajah beliau yang penuh senyum.
Al-Bara' bin 'Azib radhiyallah 'anhu menuturkan:
"Rasulullah saw. adalah seorang yang sangat tampan wajahnya, sangat luhur budi pekertinya, beliau tidak terlalu jangkung dan tidak pula terlalu pendek." (HR. Al-Bukhari)
"Rasulullah saw. memiliki dada yang bidang dan lebar, beliau saw. memiliki rambut yang terurai sam-pai ke cuping telinga (bagian bawah telinga), saya pernah menyaksikan beliau mengenakan pakaian berwarna merah, belum pernah saya melihat sesuatu yang lebih indah daripada itu." (HR. Al-Bukhari)
Anas bin Malik radhiyallah 'anhu mengungkapkan:
"Belum pernah tanganku menyentuh kain sutra yang lebih lembut daripada telapak tangan Rasulullah saw. Dan belum pernah aku mencium wewa-ngian yang lebih harum daripada aroma Rasulullah saw." (Muttafaq 'alaih)
"Rasulullah saw. itu lebih pemalu daripada gadis dalam pingitan. Jika beliau tidak menyukai sesuatu, niscaya kami dapat mengetahui ketidak sukaan beliau itu dari wajahnya." (HR. Al-Bukhari)
Tutur Kata Rasulullah SAW
Telah kita ketahui bersama beberapa sifat Rasulullah saw. Sekarang kita ingin mengetahui tutur kata dan cara berbicara beliau. Sebelumnya, marilah kita simak penuturan 'Aisyah radhiyallahu anha:
Beliau adalah seorang yang rendah hati lagi lemah lembut, sangat senang jika perkataannya dapat dipa-hami. Di antara bentuk kepedulian beliau terhadap umat ialah dengan memperhatikan tingkatan-tingkatan intelek-tualitas dan pemahaman mereka di dalam berkomu-nikasi. Hal tersebut menunjukkan bahwa beliau adalah seorang yang sangat penyantun lagi sabar. Diriwayatkan dari 'Aiysahradhiyallahu 'anhabahwa ia berkata:
"Tutur kata Rasulullah saw. sangat teratur, untaian demi untaian kalimat tersusun dengan rapi, sehing-ga mudah dipahami oleh orang yang mendengar-kannya." (HR. Abu Daud)
Anas bin Malik Radhiyallahu anhu mengungkapkan kepada kita:
"Rasulullah saw. sering mengulangi perkataannya tiga kali agar dapat dipahami." (HR. Al-Bukhari)
Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud Radhiyallahu anhu ia berkata:
Seorang laki-laki datang menemui Rasulullah saw. Beliau mengajak laki-laki itu berbicara sehingga membuatnya menggigil ketakutan. Rasulullah saw. berkata kepadanya:
"Tenangkanlah dirimu! Sesungguhnya aku bukanlah seorang raja. Aku hanyalah putra seorang wanita yang biasa memakan dendeng." (HR. Ibnu Majah)
Kediaman Rasulullah saw
Izin telah diberikan, tibalah kita di dalam rumah Rasulullah saw. Cobalah layangkan pandangan sejenak ke sudut-sudut rumah, para sahabat radhiyallaahu anhum akan menggambarkan kepada kita situasi di dalamnya berupa peralatan dan perabotan dll.
Kita maklumi bersama bahwa tidaklah diperkenan-kan melayangkan pandangan ke dalam kamar atau rumah orang lain. Namun tujuan kita di sini adalah untuk mengambil contoh dan teladan dari rumah yang mulia tersebut. Rumah dengan ketawadhu'an sebagai asasnya dan keimanan sebagai modalnya. Dapat engkau lihat, dindingnya bersih dari gambar-gambar makhluk bernyawa yang banyak dipajang orang di rumah-rumah kebanyakan orang pada hari ini. Padahal Rasulullah saw.telah bersabda:
"Malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang terdapat padanya anjing atau gambar." (HR. Al-Bukhari)
Rasulullah saw. biasa meminum air, nabidz, madu dan susu dengan gelas itu.
Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyalaahu anhu ia berkata:
"Rasulullah saw. biasa bernafas tiga kali sewaktu minum." (HR. Muttafaq 'alaih)
Adapun baju perang yang biasa beliau kenakan saat berjihad di medan peperangan, pada hari-hari yang keras dan penuh kesulitan, sudah tidak ditemukan lagi di rumah beliau. Rasulullah saw. telah menggadaikannya kepada seorang Yahudi dengan tiga puluh sha' gandum, sebagaimana yang dituturkan 'Aisyah radhiyalaahu anha. Ketika Rasulullah saw. wafat, baju perang itu masih ada di tangan orang Yahudi tersebut.
Beliau saw. tidak pernah membuat kaget keluarga atau membuat mereka takut. Namun beliau menemui keluarga dengan sepengetahuan mereka dan dengan memberi salam terlebih dahulu. (Lihat Zaadul Ma'aad II/ hal 381)
Perhatikanlah dengan saksama hadits Rasulullah saw. berikut ini:
"Alangkah beruntungnya orang yang mendapat hidayah kepada Islam, lalu dia mencukupkan diri dengan kehidupan yang sederhana serta bersikap qana'ah." (HR. At-Tirmidzi)
"Barangsiapa yang aman sentosa di tengah-tengah kaumnya, sehat jasmaninya, lagi memiliki makan-an pokoknya sehari-hari, maka seakan-akan ia telah meraih dunia dengan segala isinya." (HR. At-Tirmidzi)
Karena mungkin ndak terlalu "siswanto" gimana gitu (maksudnya ...???) klo dipost semuanya jadi kita ketemu lagi di part-3.., OK !!!
Komentar
Posting Komentar