Berkunjung Ke Kediaman Rasulullah (part 1)

assalamu'alaikum.., 
bismillahirrahmanirrahim.., 
alhamdulillah akhirnya postingan ini diterbitkan juga, atas dasar ide seorang teman yang mengatakan " sekali-kali posting yang islami donk", mungkin nyangkanya dia coz kita ni anak UMI kali ye..(anak UMI INI KAUEe !!). Ane ngucapin trimakasih banyak kepada Seikh Abdul Malik bin Muhammad bin Abdur Rahman Al-Qasim, karena berkat perantara dia tulisan ini bisa keluarga "RESEPTOR 09" nikmati. Tulisannya ini mengangkat tema tentang bagaimana Nabi panutan kita Muhammad SAW., kita seolah-olah akan diajak tinggal dikediaman beliau dan memantau gerak-gerik serta tingkah laku n tutur kata dari sang Rasulullah, karena mungkin agar tidak terlalu bosan membacanya, saya buat jadi bersambung-sambung (kayak sinetron aja ea..., hehe). Tanpa panjang kata lagi saya ucapkan selamat menyantap hidangan ini : 


============================================================ 
Dalam sebuah syair dituturkan:
Yang harus kita maklumi,beliau hanyalah seorang manusia biasa.
Disamping beliau adalah hamba Allah Subhanahu wa Ta'ala yang terbaik.
Allah Subhanahu wa Ta'ala mengistimewakan beliau dengan stem-pel putih kenabian.
Bagaikan cahaya yang terang bersinar.
Allah Subhanahu wa Ta'ala menyertakan nama beliau dengan asma-Nya.
Saat muazzin mengumandangkan azan lima kali sehari semalam dengan bersyahadat.
Hingga nama beliau dipetik dari nama-Nya sebagai penghormatan.
Allah Subhanahu wa Ta'ala, pemilik 'Arsy adalah Yang Maha Terpuji,
Sementara beliau adalah yang terpuji.
Meskipun kita tidak sempat menyaksikan beliau SAW secara langsung di dunia, karena terpisah ruang dan waktu, namun kita tidak akan bosan memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala semoga kita termasuk orang-orang yang disebutkan Rasulullah Saw. dalam sabdanya:

"Betapa ingin aku bertemu dengan saudara-sauda-raku!" Para sahabat  berkata: "Wahai Rasulullah, bukankah kami ini saudara-saudaramu?" Rasulullah saw menjawab: "Kamu sekalian adalah sahabat-sahabatku, saudara-saudaraku adalah generasi yang belum lagi muncul." "Wahai Rasu-lullah, bagaimanakah engkau dapat mengenali suatu generasi dari umatmu yang belum lagi muncul?" tanya sahabat. Beliau SAW menjawab: "Bagai-manakah menurutmu, bila seseorang memiliki seekor kuda yang putih kepala dan kakinya di antara kuda-kuda yang hitam legam, bukankah dia dapat mengenali kudanya?" "Tentu saja wahai Rasulullah!" jawab mereka. "Sungguh, mereka akan datang dengan warna putih bercahaya pada wajah dan tubuh mereka disebabkan air wudhu'. Dan akulah yang akan mendahului mereka tiba di telaga (Al-Kautsar)!" jawab beliau."
(HR. Muslim) 
Kunjungan Istimewa

Marilah kita telusuri kembali kurun yang telah berlalu. Membuka lembaran-lembaran masa silam. Membaca dan memperhatikan dengan seksama kisah-kisahnya. Kita akan mengadakan kunjungan istimewa, mengunjungi Rasulullah saw. di rumah beliau melalui untaian kata dan kalimat. Singgah di rumah beliau barang sehari saja. Melihat-lihat keadaan rumah beliau serta beberapa kisah tentangnya. Guna mengambil pelajaran dan ibrah yang akan menjadi pelita dalam amal perbuatan kita.
Seiring dengan pesatnya kemajuan ilmu pengeta-huan akhir-akhir ini, literatur-literatur yang di baca kaum muslimin pun semakin banyak. Mereka dengan mudah dapat mengunjungi Timur dan Barat melalui buku-buku dan tulisan-tulisan, melalui film-film dan berbagai referensi lainnya. Padahal, sebenarnya kita lebih berhak mengadakan kunjungan syar'i ke rumah Rasulullah saw. daripada mereka. Untuk melihat keadaannya, kemudian bersungguh-sungguh meneladani apa yang kita lihat dan dengar tentangnya. Namun disebabkan terbatasnya kesempatan, kita hanya menyorot beberapa keutamaan di rumah beliau saw. , mudah-mudahan kita dapat mendidik diri kita untuk dapat menerapkannya di rumah masing-masing.


Wahai saudaraku seiman,
Tujuan kita membuka lembaran masa silam bu-kanlah hanya untuk menikmati atau melihat-lihat kisah-kisah yang sudah berlalu. Namun tujuan kita yang hakiki adalah menjadikannya sebagai wasilah untuk beribadah kepada Allah . Dengan membaca sirah (sejarah hidup) Nabi saw. diharapkan kita dapat mengikuti sunnah beliau dan berjalan di atas manhaj (pedoman) beliau. Sebagai bentuk ketaatan kita kepada perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala yaitu kewajiban mencintai Rasulullah saw. Di antara tanda-tanda kecintaan kepada Rasulullah saw. ialah mentaati perintah beliau dan menjauhi segala yang dilarang dan dibencinya. Serta menjadikan beliau saw. sebagai teladan dan panutan.
Mengenai hal itu Allah Subhanahu wa Ta'ala  berfirman:
"Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengam-pun lagi Maha Penyayang." (Ali Imran 31)
Dalam ayat lain Allah Subhanahu wa Ta'ala  berfirman:
"Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) Hari Kiamat dan banyak menyebut Allah." (Al-Ahzab 21)
Rasulullah  SAW. sendiri menegaskan bahwa mencin-tai beliau termasuk salah satu sebab mendapatkan manisnya iman. Beliau  Saw. bersabda:

"Ada tiga perkara, bila terkumpul pada diri seseorang, ia pasti mendapatkan manisnya iman; Hendaklah Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya …" (Muttafaq 'alaih)
dalam hadits lain beliau saw bersabda:

"Demi Dzat Yang jiwaku berada di Tangan-Nya, Tidak akan sempurna keimanan seseorang hingga ia menjadikan aku yang lebih dicintainya daripada orangtua dan anak-anaknya sendiri." (HR. Mus-lim)
Sirah Rasulullah saw. adalah sirah yang sangat menakjubkan. Banyak sekali pelajaran yang dapat kita petik dan petunjuk yang dapat kita teladani darinya.


Perjalanan Yang Menyenangkan

Perjalanan menuju rumah Rasulullah saw. untuk melihat selukbeluk kehidupan dan tata krama pergaulan beliau merupakan perjalanan yang sangat diidamkan setiap orang. Terlebih lagi bila diniatkan untuk menggapai pahala di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sebuah perjalanan yang sarat ibrah dan pelajaran, penuh teladan dan panutan. Yaitu perjalanan melalui kitab-kitab dan riwayat-riwayat dari lisan para sahabat . Sebab, kita tidak dibolehkan melakukan perjalanan ke makam atau rumah beliau atau ke tempat-tempat lainnya selain ke tiga masjid, sebagaimana yang disebutkan Rasulullah saw. dalam hadits:

"Janganlah mengadakan perjalanan (secara khu-sus) kecuali ke tiga masjid, Masjidil Haram, Mas-jidku ini (Masjid Nabawi), dan Masjidil Aqsha." (Muttafaq 'alaih)
Kita wajib mentaati perintah Rasulullah saw. dengan tidak mengadakan perjalanan secara khusus kecuali ke tiga masjid tersebut. Bukankah Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mengatakan:
"Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka teri-malah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah." (Al-Hasyr: 7)
Kita tidak boleh melakukan kunjungan ke tempat-tempat bersejarah peninggalan Rasulullah saw. , Ibnu Wadhdhah rahimahullah berkata: "Umar radhiyallaahu anhu telah memerintahkan untuk menebang pohon tempat Rasulullah saw. di bai'at, sebab orang-orang banyak mengunjungi pohon tersebut untuk shalat di sana. Umar radhiyallaahu anhu khawatir mereka terfitnah (tersesat jatuh ke dalam dosa syirik)." (Kisah tersebut dapat dilihat dalam Shahih Bukhari dan Muslim).
Ibnu Taimiyah rahimahullah memberikan komentar mengenai kunjungan ke gua Hira': "Sebelum diangkat menjadi rasul, beliau sering menyendiri untuk beribadah di sana. Dan di sanalah pertama sekali wahyu diturunkan kepada beliau. Akan tetapi setelah itu beliau tidak pernah sama sekali mengunjunginya bahkan tidak pernah mendekatinya. Demikian pula sahabat-sahabat beliau saw. Beliau menetap di kota Makkah selama lebih kurang sepuluh tahun, namun tidak pernah sekalipun beliau mengunjunginya lagi atau mendaki ke atasnya. Demikian pula kaum mu'minin yang menetap bersama beliau di kota Makkah. Setelah beliau berhijrah ke Madinah, beliau berkali-kali memasuki kota Makkah, seperti pada saat menunaikan Umrah Hudaibiyah, saat penaklukan kota Makkah, dimana beliau berdiam selama dua puluh hari di sana, pada saat menunaikan Umrah Ji'ranah, namun beliau tidak pernah mendatangi gua Hira' atau mengunjunginya….." (Lihat Majmu' Fatawa Ibnu Taimiyah XXVII / hal 251).
Sekarang kita akan mengunjungi Kota Al-Madinah An-Nabawiyyah, bangunannya mulai terlihat di hadapan kita. Itulah gunung Uhud, yang dikatakan Rasulullah saw.:

"Gunung ini mencintai kami dan kami pun mencintainya" (Muttafaq 'alaih)
Sebelum memasuki kediaman Rasulullah saw., marilah kita lihat sejenak bentuk bangunannya. Janganlah terperanjat bila kita hanya menyaksikan sebuah bangunan kecil dengan tempat tidur yang sangat sederhana. Sebab Rasulullah saw. adalah seorang yang sangat zuhud terhadap dunia. Beliau saw. tidaklah menolehkan pandangan kepada kemewahan dan gemerlap harta benda dunia. Namun yang menjadi penyejuk mata hati beliau hanyalah ibadah shalat. (Sebagaimana yang disebutkan dalam HR. An-Nasaai)


Beliau saw. berkomentar tentang dunia sebagai berikut:

"Apa artinya dunia bagiku! Kehadiranku di dunia hanyalah bagaikan seorang pengelana yang tengah berjalan di panas terik matahari, lalu berteduh di bawah naungan pohon beberapa saat, kemudian segera meninggalkannya untuk kembali melanjutkan perjalanan." (HR. At-Tirmidzi)



Sekarang kita sedang berjalan menuju kediaman beliau saw. seraya mengayunkan langkah di jalan-jalan kota Madinah. Itulah kamar-kamar istri beliau mulai tampak. Kamar sederhana yang dibangun dari pelepah kurma dan polesan tanah, sebagian lagi dengan batu yang ditata sedemikian rupa, sementara bagian atasnya dipayungi dengan atap dari pelepah kurma.
Al-Hasan mengisahkan kepada kita: "Aku pernah masuk ke dalam rumah-rumah istri Rasulullah saw. pada masa khilafah Utsman bin 'Affan radhiallaahu anhu. Langit-langit rumah tersebut dapat aku jangkau dengan tanganku." (Lihat Ath-Thabaqat Al-Kubra karangan Ibnu Sa'ad I/hal 499 & 501, lihat juga kitab As-Sirah An-Nabawiyyah II/hal 274 karangan Ibnu Katsir)
Sungguh kediaman beliau adalah rumah yang sangat sederhana dengan beberapa kamar yang kecil. Akan tetapi penuh dengan cahaya keimanan dan ketaatan, sarat dengan wahyu dan risalah ilahi!


Dah pada mulai capek baca ea.., insyaallah kita lanjutkan di lain waktu (part-2)..,

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Uji & Metode Penghilangan Pyrogen

TUGAS PENDAHULUAN KLTP

Pemeriksaan Urine