Sistem Belajar Berpusat Mahasiswa
Alhamdulillah.,
setelah sekian lama vakum didunia blog ane kembali lagi dengan dengan tulisan
ini. Yaah.., sekarang ane lagi sibuk-sibuknya di Program Profesi Apoteker
(calon Apoteker muda ne.., :D ). Alhamdulillah setelah ditolak di Padjajaran
ane diterima diKampus tertua di Indonesia (Universitas Islam Indonesia)
kampusnya Lapran Pane loh.., (yg bukan anak HmI pasti ora tau.., hehe). Dengan sitem
pembelajaran yang katanya satu-satunya Program Profesi Apoteker yg
menerapkannya di Indonesia saya mulai sibuk lagi.
Trus
system pembelajaran di Program Studi Profesi Apoteker UII itu kaya’ bagaimana..,??? Yap..,
system belajarnya menggunakan Student Center (Mahasiswa sebagai Pusat
pembelajaran). Yang kalau di S1 dulu Dosen menjelaskan didepan kelas n
mahasiswa nurut di belakang. Tapi yang ini beda bro.., mahasiswa yang
menjelaskan, Dosen (klo disini disebut Tutor) dibelakang Cuma mengawasi dan
tidak boleh ikut campur tangan dalam prosesnya.
Dari
pada mungkin pada bingung baca yg diatas nih ane jelaskan pake buku apa itu
Student Center, Menurrut Harsono,2005 Pembelajaran berpusat mahasiswa merupakan
strategi pembelajaran yang menempatkan mahasiswa (pembelajar) sebagai peserta
didik aktif dan mandiri, dengan kondisi psikologik sebagai adult learner,
bertanggung jawab sepenuhnya atas pembelajarannya, serta mampu belajar
"beyond the classroom". Pembelajaran berpusat mahasiswa (PBM) atau student-centered learning merupakan
metode pembelajaran yang bersifat strategis dan inovatif.
Ilmu
pengetahuan dan teknologi telah dan terus menerus berkembang dengan pesatnya.
Namun demikian di salah satu sektor perkembangan tadi terdapat kelambanan dalam
perubahan, yaitu proses pembelajaran. Metode pembelajaran "I lecture, you
listen" masih merupakan ciri khas pendidikan di perguruan tinggi. Pengajar
merupakan tokoh sentral dan 80% waktunya digunakan untuk transfer ilmunya
secara konvensional, sementara itu mahasiswa duduk mendengarkan ceramahnya
dengan aktivitas yang minimal. Apati dan sikap tidak tertarik terhadap proses
pembelajaran merupakan karakteristik mahasiswa. Sebagian besar mahasiswa
memiliki kemampuan konseptualisasi yang terbatas karena mereka belajar dalam
stuktur dan pengarahan yang kaku. Mereka tidak dapat "think outside the
box". Untuk mengatasi situasi yang demikian ini diperlukan perubahan, dari
pendidikan tradisional menjadi sesuatu yang berbeda, yaitu paradigma baru.
A.
Konsep tentang pembelajaran
1.
Pembelajaran merupakan proses aktif
a.
Pembelajar perlu berbuat atau mengerjakan sesuatu
b.
Pembelajar memerlukan pengalaman praktik dan membangun makna dari pengalaman
yang telah diperolehnya
c.
Belajar bukan peristiwa menerima pengetahuan secara pasif
2.
Pembelajaran memerlukan refleksi mental
a.
Dalam pembelajaran terjadi pemikiran tentang hasil aktivitas/kerja / pengalaman
b.
Dalam membangun makna diperlukan refleksi mental dan hal itu terjadi di dalam
pikiran pembelajar
c.
Dengan demikian harus terjadi kebersamaan antara pikiran dan "tangan"
(aktivitas fisik)
So..,
intinya Problem Based Leaerning (ini bahasa inggrisnya.., hehe) adalah metode
belajar yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan
mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dan beraktifitas
secara nyata (Autentik). PBL memberikan kemampuan kognitif dan motivasi yang
menghasilkan peningkatan pembelajaran dan kemampuan untuk lebih baik
mempertahankan / menerapkan pengetahuan. PBL bertujuan agar mahasiswa mampu
memperoleh dan membentuk pengetahuannya secara efisien, kontekstual, dan
terintegrasi. Metode pembelajaran pokok dalam PBL berupa belajar dalam kelompok
kecil, dengan sistem tutorial.
Untuk
tulisan yg ini cukup udah ampe disini klo mau lebih jelas ya surfing di mbah
google to buka buku-buku lagi. Lain kali ane ceritain lagi cerita2 yg nda
jelas.., hehe.
Daftar Pustaka
Arends,
R.,Learning To Teach, Terj. Belajar Untuk Mengajar, Buku 1, Terj. Helly
Prajitno Soetjipto,MA dan Dra. Sri Mulyantini Sutjipto, Pustaka Pelajar,
Yogyakarta, 2008.
Harsono.
2005. Pembelajaran Berpusat Mahasiswa. UGM. Yogyakarta
Komentar
Posting Komentar