PEMERIKSAAN DARAH


PEMERIKSAAN DARAH
Protein Serum
Protein adalah suatu makromolekul yang tersusun atas molekul-molekul asam amino yang berhubungan satu dengan yang lain melalui suatu ikatan yang dinamakan ikatan peptida. Sejumlah besar asam amino dapat membentuk suatu senyawa protein yang memiliki banyak ikatan peptida, karena itu dinamakan polipeptida. Secara umum protein berfungsi dalam sistem komplemen, sumber nutrisi, bagian sistem buffer plasma, dan mempertahankan keseimbangan cairan intra dan ekstraseluler. Berbagai protein plasma terdapat sebagai antibodi, hormon, enzim, faktor koagulasi, dan transport substansi khusus.
Pemeriksaan protein total merupakan pengukuran total jumlah protein dalam darah. Protein dalam darah terdiri dari albumin dan globulin.
Nilai Rujukan
DEWASA : protein total : 6.0 - 8.0 g/dl; albumin : 3.5 - 5.0 g/dl
ANAK : protein total : 6.2 - 8.0 g/dl; albumin : 4.0 - 5.8 g/dl
BAYI : protein total : 6.0 - 6.7 g/dl; albumin : 4.4 - 5.4 g/dl
NEONATUS : protein total : 4.6 - 7.4 g/dl; albumin : 2.9 - 5.4 g/dl

Masalah Klinis
PENURUNAN KADAR : malnutrisi berkepanjangan, kelaparan, diet rendah protein, sindrom malabsorbsi, kanker gastrointestinal, kolitis ulseratif, penyakit Hodgkin, penyakit hati yang berat, gagal ginjal kronis, luka bakar yang parah, intoksikasi air.
PENINGKATAN KADAR : dehidrasi (hemokonsentrasi), muntah, diare, mieloma multipel, sindrom gawat pernapasan, sarkoidosis.

Obat-obatan yang dapat meningkatkan nilai protein : penicillin; gentamisin; sulfonamid; dll
Penetapan kadar protein dalam serum dengan metode Biuret adalah pengukuran serapan cahaya kompleks berwarna ungu dari protein yang bereaksi dengan pereaksi biuret dimana, yang membentuk kompleks adalah protein dengan ion Cu2+ yang terdapat dalam pereaksi biuret dalam suasana basa. Semakin tinggi intensitas cahaya yang diserap oleh alat maka semakin tinggi pula kandungan protein yang terdapat di dalam serum tersebut.

Albumin Total
Albumin merupakan protein utama dalam plasma manusia (kurang lebih 3,4-4,7 g/dl) dan menyusun sekitar 60% dari total protein plasma (Harper 1990). Albumin merupakan jenis protein terbanyak di dalam plasma yang mencapai kadar 60 persen. Protein yang larut dalam air dan mengendap pada pemanasan itu merupakan salah satu konstituen utama tubuh. Albumin adalah protein yang tertinggi konsentrasi dalam plasma. Jadi dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan baahwa albumin merupakan protein dalam plasma manusia yang larut dalam air dan mengendap dalam pemanasan serta protein yang tertinggi konsentrasinya dalam plasma darah.
Nilai Rujukan
DEWASA : albumin : 3.5 - 5.0 g/dl
ANAK : albumin : 4.0 - 5.8 g/dl
BAYI : albumin : 4.4 - 5.4 g/dl
NEONATUS : albumin : 2.9 - 5.4 g/dl
PENURUNAN KADAR : sirosis hati, gagal ginjal akut, luka bakar yang parah, malnutrisi berat, preeklampsia, gangguan ginjal, malignansi tertentu, kolitis ulseratif, enteropati kehilangan protein, malabsorbsi.
PENINGKATAN KADAR : dehidrasi, muntah yang parah, diare berat.

Faktor yang dapat mempengaruhi temuan laboratorium :
Diet tinggi lemak sebelum dilakukan pemeriksaan.
Sampel darah hemolisis.
Pengaruh obat : penisilin, sulfonamid, aspirin, asam askorbat. (penurunan kadar)
Pengaruh obat : heparin (peningkatan kadar)

Trigliserida

Trigliserida (atau lebih tepatnya triasilgliserol atau triasilgliserida) adalah sebuah gliserida, yaitu ester dari gliserol dan tiga asam lemak. Trigliserida merupakan penyusun utama minyak nabati dan lemak hewani.
Trigliserida merupakan pemeriksaan untuk menentukan konsentrasi trigliserida di dalam darah . Trigliserida adalah bentuk dari lemak yang tersimpan dalam tubuh dan banyak ditemukan di jaringan adipose. Beberapa trigliserida yang bersikulasi di dalam darah digunakan sebagai energi bagi otot untuk bekerja.

Nilai-nilai rujukan
Dewasa:
12-29 tahun : 10-140 mg/dL
30-39 tahun : 20-150 mg/dL
Anak
Bayi : 5-40 mg/dL
Anak 5-11 tahun : 10 - 135 mg/dL

Implikasi klinis
Penurunan kadar : Beta-lipoproteinemia kongenital, hipertirodoisme, malnutrisi protein.
Peningkatan kadar : hipertensi; sirosis alkoholik; sindrom nefrotik.

Obat-obat yang dapat menurunkan nilai trigliserida : asam askorbat; metformin; fenformin;
Obat-obat yang dapat meningkatkan nilai trigliserida : estrogen; pil KB.

Reaksi antar reagen:
Trigliserida + H2O lipase  gliserol + asam-asam lemak

Gliserol + ATP Gliserol Kinase  Gliserol 3-fosfat + ADP

Gliserol 3-fosfat + O2 Gliserol fosfat oksidase Dihidroksi Aseton fosfat + H2O2

H2O2 + 4-amino fenazon + 4-klorofenol peroksidase 4-(p-benzokinon-monoimino)- fenazon + 4H2O + HCl

Refrensi:
Nuku Saku, Pemeriksaan Laboratorium dan Diagnostik. Penerbit : EGC
http://prodia.co.id/kimia/trigliserida
http://id.wikipedia.org/wiki/Trigliserida
http://www.askep.net/pdf/pemeriksaan-albumin-globulin.html
http://smart-fresh.blogspot.com/2012/06/uji-kadar-total-protein-serum-metode.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Hitung_darah_lengkap
http://labkesehatan.blogspot.com/2009/12/protein-serum.html






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Uji & Metode Penghilangan Pyrogen

TUGAS PENDAHULUAN KLTP

Pemeriksaan Urine