Hakikat CINTA



SETIAP ORANG yang “memiliki” QALBU pasti “merasakan” CINTA, ..... PASTI ia MENCINTAI “sesuatu” (yang menjadi TAMBATAN HATI). CINTA adalah PERASAAN yang “dimiliki” oleh semua orang yang “memiliki” HATI yang HIDUP.

Jadi, HAKIKAT CINTA sebenarnya adalah KEHIDUPAN RUHANI. CINTA berasal dari Allah dan untuk Allah. CINTA kepada selain-Nya (makhluk-Nya) hanyalah merupakan DIMENSI CINTA kepada-Nya.

KERANCUAN dalam MEMAHAMI masalah CINTA ini akan membuat TIMPANG pada KEYAKINAN seseorang, karena ia akan MENCAMPURADUKKAN antara CINTA MUTLAK (kepada Allah) dan CINTA NISBI (kepada makhluk-Nya).

Bagi seorang Mukmin, CINTA memiliki KEDUDUKAN dan RASA yang TIADA TARA. Seorang Mukmin TAKKAN MERASAKAN bagaimana MANISNYA IMAN sehingga ia MERASAKAN KEHANGATAN CINTA (yang TULUS karena Allah semata). Dia HARUS “memiliki” CINTA (karena Allah) sebagai SYARAT dari KESEMPURNAAN IMAN.

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa MENCINTAI karena Allah dan MEMBENCI karena Allah, maka SEMPURNALAH IMANNYA.” (HR Abu Daud dari Abu Umamah)

(Dr. Mahmud bin Asy-Syarif)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Uji & Metode Penghilangan Pyrogen

TUGAS PENDAHULUAN KLTP

Pemeriksaan Urine